logo sekolah

logo sekolah

PHSI

PHSI
phsi

rohis

rohis

PRAMUKA

PRAMUKA

hai hai

selamat datang,, semoga anda puas dengan blog kami...

amin

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penelitian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2009

FUNGI

Jamur merupakan organisme uniseluler maupun multiseluler (umumnya berbentuk benang disebut hifa, hifa bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman disebut miselium, dinding sel mengandung kitin, eukariotik, tidak berklorofil. Hidup secara heterotrof dengan jalan saprofit (menguraikan sampah organik), parasit (merugikan organisme lain), dan simbiosis. Habitat jamur secara umum terdapat di darat dan tempat yang lembab. Jamur uniseluler dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dapat dilakukan dengan cara membentuk spora, membelah diri, kuncup (budding). Secara generatif dengan cara membentuk spora askus. Sedang untuk jamur multiseluler reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi, konidium, zoospora. Secara generatif dapat dilakukan dengan cara konjugasi, hifa yang akan menghasilkan zigospora, spora askus, spora basidium.

KLASIFIKASI JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, teriri dari yaitu:
1. Zygomycotina (kelas Zygomycetes)
a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
b. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi tua
c. Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel (aplanospora) dan generatif dengan cara gametangiogami dari dua hifa yang kompatibel/konjugasi dengan menghasilkan zigospora
d. Contohnya :
Rhizopus sp
o Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu : stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti), rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan), sporangiofor (tangkai sporangium)
o Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora. Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).
Contoh lain dan perannya
Nama Jamur Perannya
Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe
Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat
Plasmopora viticola Parasit pada anggur

2. Ascomycotina
Hidup saprofit di dalam tanah atau hipogean, hisup di kotoran ternak disebut koprofil, ada juga yang parasit pada tumbuhan. Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat atau ada yang unisel.
Cara berkembangbiak ada dua cara:
a. Secara vegetatif. Dengan cara kalmidospora (spora berdinding tebal), fragmentasi (pemisahan sebagian csbang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru), tunas/kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces.
b. Secara generatif
Dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus itu berkumpul dalam badan yang disebut askokarp
Contohnya:
Nama Jamur Perannya
Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape
Saccaharomyces ovale untuk membuat tape
Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang
Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin
Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin
Penicillium camemberti mengharumkan keju
Penicillium roquerforti mengharumkan keju
Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin
Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung
Aspergillus oryzae untuk membuat tape
Aspergillus wentii untuk membuat kecap
Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga
Laboulbenia parasit pada serangga
Claviseps purpurea bahan obat-obatan
Reosellina arcuata hidup pada potongan akar
Nectria cinabarina parasit pada kayu manis
Neurospora sitophila untuk membuat oncom

3. Basidiomycotina
Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora). Cara reproduksi : vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora)
Contohnya:
Nama Jamur Perannya
Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan
Ustilago vireus parasit pada padi
Ustilago maydis parasit pada jagung
Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan
Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan
Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah
Ustilago compestris jamur kaleng
Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat
Pleurotes (jamur tiram) enak dimakan
Exobasidium vexans parasit pada tanaman the
Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan karet

4. Deuteromycotina
a. Belum diketahui tingkat seksualnya, disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti)
b. Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya (askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur ini masuk Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif oleh Dodge (1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan namanya diganti menjadi Neurospora sitophila.
c. Contohnya:
Nama Jamur Perannya
Helminthosprium oryzae parasit pada padi
Sclerotium rolfsii parasit pada bawang merah
Monila sitophila jamur oncom, enak dimakan
Tinea versicolor jamur panu
Epidermophyton floocossum jamur kulit, parasit pada kaki atlit
Verticillium penyebab layu pada bibit-bibit tanaman
Curvularia parasit pada rerumputan

MIKORIZA

Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur, mikoriza merupakan jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman. Berdasarkan kedalaman jaringan yang digunakannya mikoriza dapat digolongkan menjadi dua tipe mikoriza, yaitu:

Ektomikoriza
Yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar, yakni pada jaringan epidermis. Dari tumbuhan inangnya memperolah bahan makanan seperti vitamin, gula, asam amino. Sedangkan inangnya mendapatkan air dan unsur-unsur dari tanah lebih banyak. Contohnya jamur ektomikoriza bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung.

Endomikoriza
Yaitu hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks. Endomikoriza tidak mempunyai inang khusus. Contohnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran, dan berbagai jenis pohon.

LUMUT KERAK

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras) dan melekat erat pada substratnya. Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk seperti daun. Contohnya : Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti semak atau menggantung seperti jumbai atau pita. Contohnya Usnea longissima
Reproduksi generatif yaitu berdiri sendiri antara jamur dan ganggang yang bersimbiosis, dan vegetatif dengan cara fragmentasi. Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinyaDapat digunakan sebagai indikator pencemaran

Selasa, 03 November 2009

Sifilis / Raja Singa

Definisi

Penyakit infeksi akut, subakut, atau kronik yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum biasanya didapat melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi

Patologi dan Penyebab

Spirochae T.phallidum pertama kali ditemukan pada tahun 1905 tetapi penyakit pernah endemik di Eropa pada pertengaha abad XV

T.pallidum dapat berpenetrasi melalui mukosa normal dan abrasi ringan pada epitel

Treponema lambat berkembang biak dari lesi patologik primer merupakan endarteritis fokal. Lipatan inflamasi terbentuk sekitar pembuluh darah yang terserang, lumen mengalami obliterasi, dan menyembuh dengan banyak fibrosis.

Reaksi granulomatosa sering ditemukan pada sifilis sekunder dan lanjut

Respon penderita terhadap infeksi berupa antibodi yang banyak. Antibodi ini mempunyai arti untuk penegakkan diagnosis (Lihat: Pemeriksaan Khusus di bawah)

Gejala dan Tanda

Masa inkubasi dan saat kontak sampai timbulnya lesi pada tempat inokulasi kira-kira 21 hari (10-90 hari)

Terbentuk papel yang tidak nyeri, yang memecah membentuk ulkus dengan dasar bersih (syanker) dan tepi menonjol dan berindurasi yang bertahan selama 2-6 minggu, kemudian menyembuh spontan

Beberapa minggu setelah syanker menghilang, penderita menunjukkan stadium sekunder yang khas dengan demam, ringan, sakit kepala, malaise, limfadenopati menyeluruh, dan ruam mukokutan. Hepatitis mungkin terjadi; kondiloma lata mungkin timbul pada tempat yang lembab dan hangat seperti pada perineum; kira-kira 30% penderita menunjukkan bercak pada mukosa, berupa membran putili kelabu, berbentuk oval dan agak menonjol pada genitalia mulut, atau lidah yang seperti kondilomata, sangat menular

Sifilis laten : mulai dengan serangan pertama dan sifilis sekunder danmungkin berlangsung seumur hidup. Tanda-tanda klinis penyakit tidak ada dan cairan serebrospinalis normal

Sifilis lanjut jinak. Gummata, tunggal atau multipel, tampak 1-10 tahun setelah infeksi awal; timbul pada kulit, traktus respiratorius, traktus gastrointestinalis, dan tulang

Sifilis Kardiovaskuler

Terjadi insufisiensi aorta atau aneurisma aorta

Neurosifilis

Asimtomatik (tes serologik positif pada cairan serebrospinalis tanpa tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit neurologik)

Meningovaskular : meningitis aseptik akut atau subakut, tanda dan gejala trombosis kardiovaskular dan infark, kelumpuhan saraf kranial, dan mielitis transversa mungkin ditemukan

Tabes dorsalis penyakit degeneratif yang lambat tapi progresif, menyerang kolumna posterior dan medula spinalis dengan akihat hilangnya refleks perifer, gangguan rasa getaran dan posisi, ataksia progresif; mungkin timbul sendi Charcot; rasanya nyeri seperti "kilat" timbul pada anggota gerak; melibatkan mata atrofi nervus optikus, dan pupil Argyll-Robertson mungkin ditemukan

Paresis umum : meningoensefalitis kronik dengan akibat hilangnya fungsi korteks yang progresif, mudah tersinggung, pelupa, "insight" kurang, gelisah, dan delusi dalam derajat yang bervariasi

Siflils Kongenital

Ibu dapat menularkannya pada fetus, terutama pada kehamilan yang terjadi dalam 5 tahun sejak permulaan infeksi; tes serologik dan para ibu yang dicurigai harus dilakukan pada kehamilan dini. Infeksi maternal yang tidak diobati mungkin menyebabkan lahir mati, kematia neonatus, prematuritas, atau sindrom sifilis kongenital dini atau IA njut padA bayi~bayi yang bertahan hidup

Diagnosis Banding

Lesi primer herpes virus hominis tipe II, kankroid, limfogranuloma vencreum, granuloma inguinale karsinoma, infeksi fungus superfisial, lesi traumatik, liken planus

Sifilis sekunder : pitirlasis rosea, erupsi obat, "rash" Demam akut, psoriasis skabies, liken planus, kandidiasis oral (bercak di mukosa), monunukicosis infeksiosa,hepatitis infeksiosa, kondiloma akuminata ("common venereal warts" tidak boleh dikacaukan dengan Kondiloma akurninata)

Pemeriksaan Khusus

Cairan serosa dari ulseratif primer dilihat dengan mikroskop lapang gelap untuk mencari T.pallidun

T.pallidum mungkin ditemukan pada biopsi dengan antibodi fluoresen atau pewarnan perak

Tes serologik nontreponema standar untuk antibodi antikardiolipin adalah tes VDRL (venereal disiase Research laboratory. Banyak tes skrining lain yang digunakan termasuk RPR ("Rapid Plasma Reagin")

Tes treponerna : Imobilisasi T.pallidum (TPI); "Fluorescent treponemal antibody absoption" (FFA-ABS); microbemagglutination assay for Tpallidum (MHA-TR)

Hasil positif semu terjadi pada 10-20% dan tes pada tes serologik nontreponema

Positif sernu akut (kurang dan atau sarna dengan 6 bulan) mungkin ditemukan setelah imunisasi, berbagai jenis infeksi, atau sebagai akibat kesal('~han laboratorium

Tes positif semu kronik ditemukan pada penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik, kelainan imunoglobulin, pencandu narkotik, usia bertambah, dan setelah infeksi dengan frambusia, pinta atau bejel

Pengobatan

Sifilis primer, sekunder, dan laten dini (kurang dari 1 tahun) : obat pilihan adalah penicillin G benzathine 2.4 juta unit IM satu kali; atau penicillin G procain, 600.000 unit IM tiap hari selama 8 hari

Sifilis laten lanjut (lamanya lebih dari I tahun) dan sifillis kardiovaskular : obat pilihan adalah penicillin G procaine, 600.000 unit tiap han selama 15 han; atau pcnicillin G benzathine, 2.4 juta unit IM tiap minggu selama 3 minggu

Neurosifilis : penicilline G crystalline, 24 juta unit IV tiap 4 jam selama 10 han; atau penicillin G procaine, 1.2 juta unit IM tiap han selama 15 han

Untuk sifilis kongenital dengan cairan serebrospinalis normal: penicillin G benzathine, 50.00 unit/kg IM diberikan sekali; bila cairan serebrospinalis abnormal, penicillin G crystalline~ 25.000 unit/kg IM atau IV 2 kali sehari untuk paling sedikit 10 hari; atau penicillin G procaine, 50.000 unit/kg IM sebari paling sedikit 10 hari

Penderita yang sensitif terhadap penicillin, untuk semua jenis : tetracycline 500 mg peroral 4 kali sehari selama 15 han; atau erythromycin, 500 mg 4 kali sehari peroral untuk 15 hari, merupakan terapi pengganti yang adekuat

Reaksi Jariseh-Herxbeimer mungkin terjadi dalam waktu 6-8 jam setelah terapi awal; demam, menggigil, mialgia, takikardia, dan berbagai gejala sistemik lain; lesi mukosa, dan lesi neurologik mungkin memburuk. Reaksi ini ditemukan sampai pada 50% penderita dengan sifilis primer, 75% dengan sifilis sekunder, dan 30% dengan neurosifilis

Prognosis

Tes mungkin tetap positif sampai 18 bulan setelah pengobatan sifilis primer

Cairan serebrospinalis mungkin abnormal sampai 1 tahun dan VDRL-positif untuk beberapa tahun setelah pengobatan yang adekuat

Perubahan-perubahan pada sifilis kongenital mungkin ireversihel bila tanpa pengobatan

Sampai 30% penderita yang tidak diobati meninggal akibat penyakit ini, basanya akibat "sifillis kardiovaskuler"; sifillis neurologik menyebabkan kematian pada 7% penderita yang tidak diobati

Prognosis sangat baik bila pengobatan memadai